Apa Perbedaan antara WGS84 dengan UTM dan EPSG:4326? Surveyor Wajib Tahu!

Apa Perbedaan antara WGS84 dengan UTM dan EPSG 4326 Surveyor Wajib Tahu

WGS84, atau World Geodetic System 1984, adalah sistem referensi geodetik global yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Sistem ini menjadi standar internasional untuk menentukan lokasi di permukaan bumi menggunakan lintang, bujur, dan ketinggian.

WGS84 digunakan oleh berbagai organisasi besar seperti NATO, ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional), dan IHO (International Hydrographic Office). Keunggulannya terletak pada akurasinya yang tinggi dan konsistensinya di seluruh dunia, sehingga menjadi dasar bagi banyak sistem navigasi modern, termasuk GPS.

Salah satu komponen utama dari WGS84 adalah pemodelan gravitasi bumi yang disebut Earth Gravitational Model (EGM). Proses memodelkan dari EGM sendiri melalui survei gravitasi bumi, sehingga membantu menciptakan permukaan geoid yang digunakan untuk mengukur ketinggian secara lebih akurat terhadap permukaan laut rata-rata.

 

Poin-Poin Penting Tentang WGS84:

Poin-Poin Penting Tentang WGS84
Sumber: vdatum.noaa.gov
  • Sistem Referensi Global: Berlaku di seluruh dunia dan digunakan dalam berbagai sistem navigasi.
  • Datum Geodetik: Menentukan bentuk bumi dan posisi titik referensi.
  • Standar ICAO: Digunakan untuk navigasi penerbangan global.
  • Kompatibel dengan ITRS: Menyatu dengan sistem referensi global lain untuk kepentingan ilmiah.

 

Nilai Parameter Ellipsoid WGS84

Berikut adalah nilai semi-major axis (a), semi-minor axis (b), dan eksentrisitas (e) dari ellipsoid pada sistem geodetik WGS84:

Parameter Notasi Nilai
Semi-major axis a 6,378,137.0 m
Semi-minor axis b 6,356,752.3142 m
Eksentrisitas e 0.0818191908426
  1. Semi-major axis (sumbu panjang, a)
  • Nilai: 6.378.137 meter: angka ini adalah jarak dari pusat ellipsoid ke permukaan di ekuator. Sumbu semi-mayor ini selalu lebih panjang dari sumbu semi-minor. Pada model WGS84, sumbu ini menjadi standar karena secara matematis memberikan aproksimasi terbaik atas “rata-rata” diameter Bumi di ekuator
  1. Semi-minor axis (sumbu pendek, b)
  • Nilai: ± 6.356.752 meter: sumbu semi-minor adalah jarak dari pusat ellipsoid ke permukaan di kutub. Nilai ini lebih pendek dari sumbu semi-mayor karena Bumi sedikit “gepeng” di kutub akibat rotasi.
  • Dihitung dengan rumus:
  • b=a×(1−f)

dengan f (flattening/penggepengan) WGS84 = 1/298.257223563

  1. Eksentrisitas (e)
  • Nilai: Sekitar 0,0818191908426: eksentrisitas adalah ukuran “kegepeng-an” ellipsoid dibandingkan lingkaran sempurna. Eksentrisitas memperlihatkan seberapa jauh ellipsoid menyimpang dari bola sempurna.
  • Rumus eksentrisitas:

Nilai ini menunjukkan bahwa Bumi tidak benar-benar bulat, tetapi sedikit pepat di kutub dan melar di ekuator.

 

Perbedaan WGS84 dan UTM

Ilustrasi UTM Indonesia
Ilustrasi UTM Indonesia
Sumber: www.gispedia.com

Pengguna GIS sering menggunakan WGS84 dan UTM secara bersamaan dalam satu proyek, meskipun keduanya merupakan dua jenis sistem koordinat yang berbeda secara mendasar.

WGS84 adalah sistem koordinat geografis (geographic coordinate system) yang menggunakan satuan derajat (latitude dan longitude). Artinya, ia bekerja dengan bentuk bumi sebagai ellipsoid, dan cocok untuk penggunaan global.

Sebaliknya, UTM (Universal Transverse Mercator) adalah sistem koordinat proyeksi (projected coordinate system). UTM memetakan permukaan bumi ke bidang datar menggunakan satuan meter. Sistem UTM membagi dunia ke dalam 60 zona, masing-masing mencakup 6 derajat bujur, untuk menjaga akurasi pengukuran.

Dengan kata lain, ketika kamu membutuhkan akurasi tinggi dalam pengukuran jarak atau area, menggunakan koordinat UTM berdasarkan WGS84 akan lebih tepat. Tapi jika kamu butuh posisi dalam skala global, maka langsung gunakan koordinat WGS84.

 

Apakah WGS84 dan EPSG:4326 Berbeda?

log-transformed commercial landings (epsg 4326)
Ilustrasi Log-transformed commercial landings
Sumber: oceanhealthindex.org

Istilah EPSG:4326 sering muncul di kalangan pengguna GIS. Tapi, apa sebenarnya hubungannya dengan WGS84 dan EPSG:4326?

WGS84 adalah datum atau sistem referensi global. Sementara itu, EPSG:4326 adalah sistem referensi koordinat yang berbasis pada datum WGS84. Dengan kata lain, EPSG:4326 adalah representasi teknis dari WGS84 dalam konteks software GIS. Jadi EPSG:4326 sebenarnya merupakan kode yang merujuk kepada WGS84 itu sendiri.

Namun, keduanya tidak selalu bisa digunakan secara bergantian, tergantung pada:

  • Urutan sumbu: “WGS84 menyajikan koordinat dalam format lintang-bujur (lat-lon), sedangkan EPSG:4326 secara teknis mendefinisikan format bujur-lintang (lon-lat). Ketidakhati-hatian dalam membedakannya dapat menyebabkan pengguna menukar data.
  • Analisis Akurasi: Dalam analisis geospasial tingkat tinggi, perbedaan kecil antara definisi keduanya bisa berdampak signifikan.
  • Komunikasi teknis: Saat berkolaborasi, pengguna harus menyebutkan secara spesifik sistem referensi yang mereka gunakan.

Memahami perbedaan antara WGS84 dan UTM, serta EPSG:4326 sangat penting bagi siapa pun yang bekerja dalam bidang survei, pemetaan, atau pengolahan data spasial.

WGS84 berfungsi sebagai fondasi global untuk penentuan posisi. UTM adalah sistem proyeksi berbasis WGS84 yang sangat berguna untuk perhitungan jarak dan area di tingkat lokal. Pengguna memilih EPSG:4326 saat menggunakan perangkat lunak geospasial untuk merepresentasikan WGS84 secara teknis.

Dengan memahami perbedaan dan cara kerja masing-masing, kamu bisa menghindari kesalahan interpretasi data, meningkatkan akurasi hasil survei, dan memastikan bahwa komunikasi teknis antar tim menjadi lebih efektif.

Pembahasan artikel cukup sampai sini ya sobat. Jangan lupa baca artikel yang lainnya juga ya sobat. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

 

Referensi:

 

Beli juga: Perbedaan Geoid dan Ellipsoid, Jangan Sampai Salah!

Artikel lainnya