Dalam pekerjaan survei menggunakan GNSS RTK (Global Navigation Satellite System Real-Time Kinematic), komunikasi antara Base dan Rover menjadi salah satu faktor yang menentukan kelancaran proses pengukuran. Surveyor masih banyak menggunakan external radio GNSS sebagai metode komunikasi di lapangan.
Bagi pengguna yang baru mengenal teknologi GNSS RTK, istilah ini mungkin terdengar cukup asing. Padahal, external radio memegang peran penting, terutama ketika surveyor bekerja di lokasi yang tidak memiliki jaringan internet atau hanya tersedia sinyal seluler yang kurang stabil. Lalu, apa sebenarnya external radio GNSS, dan kapan surveyor menggunakannya?
Apa itu External Radio GNSS?
External radio GNSS adalah perangkat radio eksternal yang digunakan untuk mengirimkan data koreksi RTK dari Base Receiver ke Rover Receiver melalui gelombang radio (UHF/VHF), tanpa bergantung pada jaringan internet. Pada metode ini, base station akan menghitung koreksi posisi berdasarkan sinyal satelit yang diterima. Selanjutnya, data koreksi tersebut dikirimkan melalui external radio sehingga rover dapat memperoleh posisi dengan tingkat akurasi hingga orde sentimeter secara real-time. Karena menggunakan komunikasi radio, sistem ini tetap dapat digunakan meskipun berada di lokasi yang tidak memiliki akses internet.
Bagaimana Cara Kerja External Radio GNSS?
Secara sederhana, alur kerjanya adalah sebagai berikut.
- Surveyor memasang base receiver pada titik yang memiliki koordinat acuan atau telah menentukan koordinat titik tersebut sebelumnya.
- Base menerima sinyal dari satelit GNSS dan menghitung data koreksi
- Data koreksi dikirimkan melalui external radio menggunakan frekuensi UHF
- Rover menerima data koreksi tersebut melalui radio yang terhubung
- Rover menghitung posisi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada pengukuran GNSS konvensional.
Dengan mekanisme tersebut, komunikasi antara base dan rover tetap berlangsung meskipun tidak tersedia koneksi internet.
Kapan External Radio GNSS Digunakan?
Meskipun saat ini banyak pekerjaan GNSS RTK menggunakan jaringan internet (NTRIP), external radio masih menjadi pilihan pada beberapa kondisi tertentu, antara lain:
- Area Tanpa Sinyal Seluler
Lokasi seperti kawasan hutan, pegunungan, perkebunan, atau pertambangan seringkali memiliki jaringan seluler yang terbatas. Dalam kondisi tersebut, surveyor dapat memanfaatkan external radio agar tetap melakukan pekerjaan secara real-time.
- Proyek yang Membutuhkan Koneksi Stabil
Pada beberapa proyek, tim survei lebih mengutamakan kestabilan komunikasi daripada bergantung pada jaringan operator seluler. Komunikasi radio memberikan jalur koneksi langsung antara base dan rover sehingga lebih konsisten selama berada dalam jangkauan.
- Lokasi yang Tidak Mengizinkan Penggunaan Internet
Beberapa area industri maupun proyek khusus memiliki kebijakan pembatasan akses internet. Penggunaan external radio memungkinkan proses pengukuran tetap berjalan tanpa memerlukan koneksi data.
External Radio vs NTRIP, Apa Bedanya?
Baik external radio maupun NTRIP memiliki fungsi yang sama, yaitu mengirimkan data koreksi RTK dari base ke rover. Kedua metode tersebut menggunakan media komunikasi yang berbeda.
| External Radio | NTRIP |
| Menggunakan gelombang radio (UHF/VHF) | Menggunakan jaringan internet |
| Tidak bergantung pada sinyal seluler | Membutuhkan koneksi internet yang stabil |
| Cocok untuk area terpencil | Cocok untuk wilayah dengan cakupan internet yang baik |
| Kondisi medan dan daya pancar radio menentukan jangkauan komunikasi. | Jangkauan bergantung pada kualitas jaringan internet |
Surveyor menyesuaikan metode komunikasi dengan kondisi lapangan dan kebutuhan pekerjaan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan External Radio
Perhatikan beberapa hal berikut agar komunikasi antara base dan rover tetap optimal:
- Gunakan frekuensi radio yang sesuai dengan regulasi yang berlaku
- Pastikan antena radio terpasang dengan benar
- Hindari penghalang seperti bukit atau bangunan tinggi yang dapat mengurangi kualitas sinyal.
- Sesuaikan daya pancar radio dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.
- Periksa baterai perangkat sebelum memulai pekerjaan agar komunikasi tidak terputus di tengah proses survei.
Persiapan yang baik akan membantu menjaga kestabilan transmisi data selama pengukuran berlangsung.
Surveyor masih banyak mengandalkan external radio GNSS untuk menjaga komunikasi selama pekerjaan survei, terutama di lokasi yang memiliki keterbatasan jaringan internet. Dengan memanfaatkan gelombang radio sebagai media pengiriman data koreksi RTK, komunikasi antara base dan rover dapat berlangsung secara real-time tanpa bergantung pada koneksi seluler.
Memahami cara kerja dan kondisi penggunaannya akan membantu surveyor memilih metode komunikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan di lapangan, sehingga proses pengukuran dapat berjalan lebih efisien dan tetap menghasilkan data yang akurat. Jika anda sedang membutuhkan External Radio Hi-Target, silakan hubungi Indosurta.
Referensi
- Hofmann-Wellenhof, B., Lichtenegger, H., & Wasle, E. (2008). GNSS – Global Navigation Satellite Systems: GPS, GLONASS, Galileo & More. Springer.
- Leick, A., Rapoport, L., & Tatarnikov, D. (2015). GPS Satellite Surveying (4th ed.). John Wiley & Sons.
- Hi-Target. (2025). GNSS RTK Solutions and Technical Documentation. https://www.hi-target.com.cn/









