Halo sobat survey, sering kali pemetaan itu dilakukan oleh surveyor yang sudah memiliki pengalaman dan sudah berlisensi.
Tetapi tahukah sobat survey bahwa ada pemetaan yang bisa dilakukan oleh warga biasa untuk melakukan pemetaan di wilayah atau lingkungan sekitar? Benar, namanya pemetaan partisipatif. Yuk simak lebih lengkap!
Apa yang dimaksud dengan pemetaan partisipatif?
Pemetaan Partisipatif adalah satu metode pemetaan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku pemetaan wilayahnya, sekaligus juga akan menjadi penentu perencanaan pengembangan wilayah mereka sendiri.
Beli juga: Automatic Level Waterpass
Pemetaan partisipatif dilakukan dengan menggabungkan data-data spasial hasil pengukuran dengan data deskriptif yang didapatkan dari diskusi Bersama masyarakat setempat.
Ciri-ciri pemetaan partisipatif
- Melibatkan seluruh anggota masyarakat
- Masyarakat menentukan sendiri topik pemetaan dan tujuannya
- Proses pemetaan dan peta yang di hasilkan bertujuan untuk kepentingan masyarakat
- Sebagian besar informasi yang terdapat dalam peta berasal dari data yang di peroleh dari masyarakat setempat.
- Masyarakat menentukan sendiri penggunaan peta yang di hasilkan.
Mengapa partisipasi masyarakat penting dalam pemetaan?
Pemetaan partisipasi berguna untuk meningkatkan kesadaran seluruh anggota masyarakat mengenai hak-hak mereka atas tanah dan sumber daya alam.
Peta-peta yang di hasilkan melalui proses yang inklusif akan memiliki tingkat penerimaan yang tinggi sehingga mampu menjadi media perencanaan pembangunan, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan pelestarian budaya lokal.
Proses pemetaan partisipatif juga dapat menumbuhkan semangat untuk menggali pengetahuan lokal, sejarah asal-usul, sistem kelembagaan setempat, pranata hukum setempat, identifikasi sumber daya alam yang di miliki, dan sebagainya.
Kesepakatan-kesepakatan kampung yang penting
ada beberapa kesepakatan yang harus di sepakati sebelum pemetaan partisipatif di mulai demi kelancaran proses pemetaan tersebut, di antaranya ialah:
- Menyepakati bersama pentingnya di lakukan pemetaan partisipatif
- Melakukan pertemuan dengan masyarakat/tokoh masyarakat untuk mendiskusikan batas-batas wilayah/kampung/tanah adat, dan menentukan tahapan pemetaan
- Membuat kesepakatan apa saja yang akan di petakan selain batas wilayah/kampung/adat
- Membuat Sketsa (gambaran kasar) wilayah/kampung/adat, sebelum melakukan pemetaan
LIHAT JUGA : 5 Fakta Menarik Tentang Surveyor
Tahapan Pemetaan Partisipatif
Pertemuan pertama:
Mensosialisasikan gagasan mengenai pemetaan kepada seluruh anggota masyarakat serta menjelaskan tujuan dan manfaat pemetaan tersebut bagi masyarakat.
Pertemuan kedua:
Membuat rencana pemetaan yang akan di lakukan. Perencanaan Kegiatan Pemetaan meliputi:
- Pembuatan sketsa wilayah masing masing wilayah/kampung/adat
- Penentuan narasumber
- Kesepakatan anggaran pemetaan
- Menentukan tim pemetaan
- Perencaan waktu pemetaan
Pertemuan ketiga:
Pengumpulan data berupa data spasial maupun data pendukung. Data pendukung di dapatkan melalui wawancara kepada tokoh-tokoh masyarakat serta anggota masyarakat yang mengerti historis dari wilayah/kamoung/adat tersebut.
Pertemuan keempat:
Pengesahan peta oleh pihak berwenang serta diskusi strategi dan rencana tindak lanjut penggunaan peta.
Untuk melakukan pemetaan, masyarakat di butuhkan untuk mengerti alat yang akan di gunakan, untuk itu masyarakat akan di kenalkan dengan alat-alat pemetaan yang di gunakan serta penggunaan alat pemetaan.
Hal ini di lakukan agar masyarakat dapat bekerja sama pada proses pemetaan. Alat pemetaan yang biasa di gunakan untuk pemetaan partisipatif adalah GNSS, klinometer dan kompas.



Jadi yang harus di pahami adalah pemetaan partisipatif itu sangat penting bagi lingkungan dan warga kampung tersebut.
Dengan melakukan pemetaan, warga kampung/adat akan memahami sejarah dan potensi lingkungan nya dan dapat memanfaatkan sumber daya alam dengan maksimal karena seluruh aset serta sumberdaya wilayah tersebut terdokumentasikan dengan baik.
Demikian artikel tentang artikel apa itu pemetaan partisipatif, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel Indosurta lainnya!
Sumber: sawitwatch


