Saat ini pemanfaatan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) dalam pemetaan dan penginderaan jauh terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan data spasial yang akurat dan efisien.
Menurut Arrofiqoh, dkk (2024), pada papernya yang berjudul Pemodelan 3D Objek Cagar Budaya Menggunakan LiDAR, adalah sensor aktif yang dapat memancarkan laser infrared dan mengukur respon pantulan kembali ke sensor.
Hasil dari proses ini berupa data titik-titik (point cloud) yang menggambarkan bentuk dan struktur objek secara tiga dimensi. Keunggulan utama LiDAR terletak pada kemampuannya untuk menghasilkan data spasial dengan resolusi tinggi dan akurasi yang baik, bahkan pada medan yang sulit dijangkau atau tertutup vegetasi.
Apa Saja Kegunaan Teknologi LiDAR?
Sampai saat ini, teknologi ini sudah banyak diimplementasikan di berbagai bidang di Indonesia. Misalnya, menurut penelitian Hayuningsih, dkk (2023), LiDAR digunakan dalam perencanaan dan perancangan ruas jalan tol Aceh–Sigli.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa data LiDAR mampu menghasilkan kontur medan dengan akurasi vertikal mencapai ±0,29 meter, yang sesuai dengan standar Peta Dasar RBI kelas 2.
Selain infrastruktur, LiDAR juga dapat berperan dalam pelestarian cagar budaya. Menurut, Arrofiqoh, dkk (2024), penggunaan LiDAR dapat memodelkan Candi Prambanan untuk memungkinkan pembuatan representasi 3D sehingga sangat membantu dalam dokumentasi dan konservasi.
Model ini tidak hanya akurat, tetapi juga dapat digunakan dalam pemantauan pergerakan deformasi dari waktu ke waktu.

LiDAR juga berperan dalam mengevaluasi tata ruang perkotaan. Hajar, dkk (2017) memanfaatkan teknologi ini untuk menilai tinggi bangunan di kawasan Jalan Pandanaran, Kota Semarang.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa LiDAR dapat mendukung pemerintah mengawasi pelanggaran ketinggian bangunan yang tidak sesuai dengan peraturan di kawasan tersebut.

Bagaimana? Menarik bukan? Melalui berbagai studi tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa LiDAR merupakan teknologi yang sangat berguna untuk mendukung proses perencanaan, pemetaan, dan pemantauan.
Dengan terus berkembangnya teknologi pemetaan, LiDAR berperan penting dalam menghasilkan data spasial yang akurat dan efisien. Implementasinya di Indonesia menunjukkan bahwa teknologi ini tidak hanya terbatas pada pemetaan dasar, tetapi juga mendukung pelestarian budaya, infrastruktur, dan tata ruang.
Alat Penunjang Implementasi Teknologi LiDAR
Implementasi teknologi LiDAR kini memanfaatkan drone, termasuk berbagai jenis drone dari DJI seperti DJI Mavic 3 Enterprise, DJI Matrice 4 Enterprise, DJI Matrice 4 Thermal, dan DJI Matrice 350 RTK.
Sebagai contoh, Drone DJI Matrice 4 Enterprise menggunakan teknologi mutakhir seperti deteksi pintar dan pengukur jarak berbasis laser. Teknologi ini membuat operasi penerbangan menjadi lebih aman dan andal, serta mendapat dukungan kecerdasan buatan (AI) dengan kemampuan sensor yang jauh lebih canggih.
Ingin lebih mengenal tentang teknologi drone untuk pengimplementasian LiDAR lebih lanjut? Kalian bisa langsung hubungi Indosurta, untuk beli, servis, hingga kalibrasi drone!
Article by: Amalia Puspita
Sumber:
- Hayuningsih, A. F. ., Setyawan, A. A. ., & Wiranata, H. . (2023). Studi Tentang Implementasi LiDAR Pada Perencanaan Jalan Tol Ruas Aceh-Sigli. GEOID, 18(2), 208–214.
- Arrofiqoh, E. N., Muryamto, R., Afiyanti, D., Azizah, S. C., Kresnawan, D. S., & Fabiola, A. N. (2024). Pemanfaatan UAV dengan Sensor Kamera dan Lidar untuk Pemetaan Situs Cagar Budaya Kawasan Candi Prambanan. GEOID, 17(2), 176–184.
- nmgroup.com
- Hajar, A., Wijaya, A,P., Bashit, N. (2017). Pemanfaatan Lidar Untuk Evaluasi Ketinggian Bangunan di Kawasan Jalan Pandanaran, Semarang. Jurnal Geodesi Undip, 7(3), 225–235.
Baca juga: Cara Menggunakan LiDAR untuk Visualisasi 3D Kota dan Pengaplikasiannya




