Penggunaan ArcGIS dalam Analisis Spasial & Pengelolaan Data Geografis

Penggunaan ArcGIS dalam Analisis Spasial dan Pengelolaan Data Geografis

Saat ini, salah satu perangkat lunak yang paling banyak digunakan adalah ArcGIS, sebuah sistem informasi geografis (SIG) yang dikembangkan oleh Esri (Environmental Systems Research Institute).

Penggunaan ArcGIS memungkinkan pengguna untuk mengolah, menganalisis, serta memvisualisasikan data spasial secara komprehensif.

Kemampuan ini menjadikan ArcGIS sebagai alat penting dalam berbagai bidang seperti perencanaan tata ruang, mitigasi bencana, kehutanan, pertanian presisi, dan transportasi.

 

Konsep Dasar Penggunaan ArcGIS

Penggunaan ArcGIS merujuk pada serangkaian proses untuk membuat peta digital melalui serangkaian fungsi SIG seperti pengumpulan data, penyusunan layer, analisis spasial, dan visualisasi.

ArcGIS menyediakan berbagai komponen seperti ArcMap, ArcGlobe, ArcScene, dan ArcCatalog. Dengan platform tersebut, pengguna dapat mengintegrasikan data vektor, raster, citra satelit, serta big data spasial ke dalam satu lingkungan analisis yang terstruktur.

ArcGIS juga mendukung berbagai format data global seperti Shapefile, GeoJSON, TIFF, serta database spasial seperti File Geodatabase.

Fleksibilitas ini memudahkan proses integrasi data dari berbagai sumber, termasuk drone, survei lapangan, sensor IoT, dan data penginderaan jauh.

 

4 Keunggulan ArcGIS dalam Analisis Spasial

4 Keunggulan ArcGIS dalam Analisis Spasial
Sumber: GIS Stack Exchange

Penggunaan pemetaan ArcGIS memberikan sejumlah keunggulan bagi para analis dan pengambil keputusan, antara lain:

1. Analisis Overlay

ArcGIS memungkinkan overlay berbagai layer data sehingga pengguna dapat mengidentifikasi hubungan spasial yang kompleks, seperti tumpang tindih penggunaan lahan, daerah rawan bencana, atau pola distribusi penduduk.

2. Pemodelan dan Prediksi

ArcGIS mendukung analisis prediktif melalui spatial modeling, misalnya memprediksi penyebaran banjir, potensi erosi tanah, atau perubahan tutupan lahan berdasarkan data historis.

3. Visualisasi yang Informatif

Melalui peta tematik, dashboard interaktif, dan story maps, ArcGIS memungkinkan penyajian informasi yang mudah dipahami oleh publik maupun pemangku kebijakan.

4. Integrasi dengan Teknologi Cloud

ArcGIS Online memberikan akses pemetaan berbasis cloud yang memudahkan kolaborasi multi-stakeholder serta penyebaran peta dalam format web GIS.

 

Contoh Aplikasi Pemetaan ArcGIS di Berbagai Sektor

Contoh Aplikasi Pemetaan ArcGIS di Berbagai Sektor
Sumber: Esri

Penggunaan pemetaan ArcGIS sangat luas dan mencakup berbagai bidang seperti:

  • Mitigasi Bencana: Menganalisis zona rawan gempa, banjir, dan longsor menggunakan data kontur dan curah hujan.
  • Kehutanan: Monitoring deforestasi, penilaian biomassa, dan identifikasi area konservasi.
  • Kesehatan: Pemetaan penyebaran penyakit dan penentuan lokasi fasilitas kesehatan optimal.
  • Pertanian: Pemantauan kesehatan tanaman berbasis NDVI serta analisis kesesuaian lahan.
  • Perencanaan Kota: Menentukan lokasi ideal untuk pembangunan infrastruktur dan perumahan.

 

Daftar Pustaka

  • ESRI. (2020). ArcGIS Desktop: Release 10.8. Environmental Systems Research Institute.
  • Longley, P. A., Goodchild, M. F., Maguire, D. J., & Rhind, D. W. (2015). Geographic Information Systems and Science (4th ed.). Wiley.
  • Bolstad, P. (2016). GIS Fundamentals: A First Text on Geographic Information Systems (5th ed.). XanEdu Publishing.
  • Tomlinson, R. (2019). Thinking About GIS: Geographic Information System Planning for Managers (5th ed.). ESRI Press.
  • Chang, K. T. (2018). Introduction to Geographic Information Systems (9th ed.). McGraw-Hill.
  • De Smith, M. J., Goodchild, M. F., & Longley, P. A. (2022). Geospatial Analysis: A Comprehensive Guide to Principles, Techniques and Software Tools (7th ed.). Winchelsea Press.

Artikel lainnya