Persamaan & Perbedaan Satelit Navigasi GPS, GLONASS, & BeiDou

Ilustasi Sistem Satelit Navigasi BeiDou dari China - Persamaan Perbedaan Satelit Navigasi GPS GLONASS BeiDou - Artikel Blog Alat Survey Pemetaan Geodesi Geomatika Indosurta Group.

Halo Sobatt Surveyy, bagi kamu yang sedang belajar di mengenai GPS Geodetik/GNSS, kamu dipastikan harus tau mengenai Sistem Satelit Navigasi. Nah terus apa sih Sistem Satelit Navigasi, dan apa saja yang saat ini hadir untuk kamu gunakan dalam pekerjaan pengukuran kamu. Yuk langsung aja disimak artikel ini ya sobat survey!

 

Satelit Navigasi dan Fungsinya

Satelit navigasi berfungsi untuk memberikan informasi tentang posisi lokasi geografis dan sinkronisasi waktu dalam penggunaan real time dari satelit navigasi yang mengorbit.

Sistem satelit navigasi bekerja dengan memancarkan sinyal dari satelit-satelit yang mengorbit bumi, yang kemudian diterima oleh perangkat penerima (receiver).

Dalam survei GNSS (Global Navigation Satellite System), sistem ini berperan penting dalam mengumpulkan data posisi dengan presisi tinggi. Beberapa contoh sistem satelit navigasi adalah sistem satelit GPS, GLONASS, dan BeiDou.

 

Contoh Jenis Sistem Satelit Navigasi

Nah dari penjelasan diatas, kita dapat simpulkan bahwa terdapat Sistem Satelit Navigasi yang dapat kita gunakan untuk pekerjaan pemetaan kita, berikut adalah Satelit Navigasi yang bisa gunakan secara langsung.

 

1. Sistem Satelit Navigasi GPS

GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca.

Pada saat ini, sistem GPS sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia. Di Indonesia pun, GPS sudah banyak diaplikasikan terutama yang terkait dengan aplikasi-aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi.

Ilustasi Sistem <yoastmark class=

Keungguluan Satelit Navigasi GPS

Dibandingkan dengan sistem dan metode penentuan posisi lainnya, GPS mempunyai banyak kelebihan dan menawarkan lebih banyak keuntungan, baik dalam segi operasionalisasinya maupun kualitas posisi yang diberikan. Beberapa keunggulan GPS adalah sebagai berikut:

  1. GPS dapat digunakan setiap saat tanpa bergantung waktu dan cuaca. GPS dapat digunakan baik pada siang maupun malam hari, dalam kondisi cuaca yang buruk seperti hujan ataupun kabut.
  2. Satelit-satelit GPS mempunyai ketinggian orbit yang cukup tinggi, yaitu sekitar 20.000 km di atas permukaan bumi. dan jumlahnya relatif cukup banyak, yaitu 24 satelit. Ini menyebabkan GPS dapat meliput wilayah yang cukup luas sehingga akan dapat digunakan oleh banyak orang pada saat yang sama, serta pemakaiannya menjadi tidak bergantung pada batas-batas politik dan batas alam.
  3. Penentuan posisi dengan GPS tidak memerlukan adanya saling keterlihatan antara satu titik dengan titik lainnya seperti yang umumnya dituntut oleh metode-metode pengukuran terestris.
  4. GPS dapat memberikan ketelitian posisi yang spektrumnya cukup luas. Dariyang sangat detail (orde milimeter) sampai yang tidak begitu detail (orde puluhan meter).
  5. Pemakaian sistem GPS tidak dikenakan biaya. Selama pengguna memiliki alat penerima (receiver) sinyal GPS, pengguna dapat menggunakan sistem GPS untuk berbagai aplikasi tanpa dikenakan biaya oleh pihak yang memiliki satelit.
  6. Pengoperasian alat penerima GPS untuk penentuan posisi suatu titik relatif mudah dan tidak mengeluarkan banyak tenaga.
  7. Saat ini banyak instansi di Indonesia yang menggunakan GPS dan juga semakin banyak bidang aplikasi yang potensial di Indonesia yang dapatditangani dengan menggunakan GPS.

Hal yang harus diperhatikan saat menggunakan Satelit Navigasi GPS

  1. Agar alat penerima sinyal GPS dapat menerima sinyal dengan baik, tidak boleh ada penghalang antara alat penerima tersebut dengan satelit yang bersangkutan.
  2. Datum penentuan posisi yang digunakan oleh GPS adalah WGS 1984. Jikaposisi harus dipresentasikan dalam datum lainnya, diperlukan proses transformasi koordinat dari datum WGS 1984 ke datum yang diinginkan.
  3. Meskipun proses pengumpulan data dengan GPS relatif mudah, pemrosesan data yang diperoleh serta penganalisaan parameter-parameter yang didapatkan bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, terutama jika menginginkan ketelitian posisi yang tinggi.
  4. GPS merupakan teknologi yang relatif baru, sehingga sumber daya manusia yang menguasai masalah teknologi ini di Indonesia relatif masih belum banyak.

 

2. Sistem Satelit Navigasi GLONASS

GLONASS berasal dari bahasa Rusia yaitu “Globalnaya Navigation Naya Sputniko Vaya Sistema” yang berarti Sistem Satelit Navigasi Global. GLONASS bertujuan memberikan layanan navigasi global yang akurat kepada pengguna di seluruh dunia. Sistem ini digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, waktu, dan informasi navigasi lainnya.

Pada bulan Maret 1995, pemerintah Federasi Rusia mengeluarkan Dekrit No. 237 berjudul “Tentang pelaksanaan pekerjaan dalam penggunaan sistem satelit navigasi global GLONASS demi kepentingan pengguna sipil”. Sistem satelit GLONASS mulai beroperasi secara penuh pada tahun 1995 untuk melayani pengguna sipil dan militer.

Ilustasi Sistem <yoastmark class=

GLONASS sering kali beroperasi secara bersamaan dengan sistem GPS untuk memastikan ketersediaan sinyal yang stabil dan akurat di seluruh dunia. Hal ini juga membantu dalam meminimalkan ketidakpastian posisi.

Pengaplikasian Sistem Satelit GLONASS banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk navigasi dan pemantauan di sektor transportasi, militer, sains, dan komersial. Aplikasi-aplikasi Ini digunakan dalam kendaraan, pesawat terbang, kapal, dan banyak perangkat konsumen
seperti ponsel pintar.

 

3. Sistem Satelit Navigasi BeiDou

Sistem Satelit Navigasi BeiDou adalah sistem navigasi satelit milik China. Sistem ini terdiri dari dua konstelasi satelit yang terpisah yang merupakan sebuah sistem uji terbatas yang telah beroperasi sejak tahun 2000, dan sistem navigasi global skala penuh yang saat ini sedang dibangun.

Sistem BeiDou pertama, yang secara resmi disebut Sistem Eksplorasi Navigasi BeiDou Satellite dan juga dikenal sebagai BeiDou-1, terdiri atas tiga satelit yang menawarkan cakupan terbatas dan aplikasi. BeiDou-1 menawarkan layanan navigasi, terutama untuk pelanggan di China dan negara-negara tetangga.

Ilustasi Sistem <yoastmark class=

Generasi kedua dari sistem ini adalah BeiDou Navigation Satellite System (BDS) dan juga dikenal sebagai COMPASS atau BeiDou-2. BeiDou-2 menjadi sistem navigasi satelit global yang terdiri dari 35 satelit, dan dibangun mulai Januari 2015.

Satelit ini mulai beroperasi di China pada bulan Desember 2011, dengan 10 satelit digunakan, dan mulai menawarkan layanan kepada pelanggan di kawasan Asia Pasifik pada bulan Desember 2012. Maskapai ini direncanakan untuk mulai melayani pelanggan global pada saat selesai pada tahun 2020.

 

Beli juga: TOTAL STATION TOPCON GM-50 Series

 

Pada tahun 2015, China memulai pembangunan sistem BeiDou generasi ketiga (BDS-3) di konstelasi cakupan global. Satelit BDS-3 pertama diluncurkan 30 Maret 2015.

Pada bulan Februari 2016, lima satelit validasi BDS-3 in-orbit telah diluncurkan. BeiDou digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk navigasi kendaraan, penerbangan, pelayaran, pemantauan cuaca, pemantauan lingkungan, sains, dan komersial.

 

Persamaan dari Sistem Satelit GPS, GLONASS, BeiDou

  1. Tujuan utama dari sistem-sistem ini adalah untuk menyediakan layanan navigasi dan lokasi kepada pengguna menggunakan sinyal satelit.
  2. Penggunaan sistem tersebut digunakan dalam berbagai aplikasi seperti navigasi udara, navigasi laut, transportasi darat, pemetaan, pertanian, penelitian ilmiah, dan aplikasi militer.
  3. Pengukuran Kecepatan Sistem Satelit GPS, GLONASS, dan BeiDou dapat digunakan untuk mengukur kecepatan dan pergerakan benda bergerak, seperti kendaraan, kapal, atau pesawat.

 

Perbedaan dari Sistem Satelit GPS, GLONASS, BeiDou

dari persamaan diatas, terdapat pula perbedaan dari ketiga satelit ini, yaitu sebagai berikut:

1. GPS

  • Pengembangan: oleh Amerika Serikat.
  • Jumlah Konstelasi: Memiliki Konstelasi dengan lebih dari 30 Satelit Aktif.
  • Frekuensi: L1 (1575.42 MHz) dan L2 (1227.60 MHz) untuk sinyal navigasi.
  • Tujuan: Dirancang untuk jangkauan global sejak awal.

 

2. GLONASS

  • Pengembangan: oleh Rusia.
  • Jumlah Konstelasi: Memiliki Konstelasi dengan lebih dari 20 Satelit Aktif.
  • Frekuensi: L1 (1602.0 MHz) dan L2 (1246.0 MHz) untuk sinyal navigasi.
  • Tujuan: Pada Awalnya dirancang untuk melayani wilayah Rusia saja, namun sekarang telah diperluas menjadi global.

 

3. BeiDou

  • Pengembangan: oleh China.
  • Jumlah Konstelasi: Memiliki Konstelasi dengan lebih dari 30 Satelit Aktif.
  • Frekuensi: B1 (1561.098 MHz) dan L2 (1207.14 MHz) untuk sinyal navigasi.
  • Tujuan: Dirancang untuk jangkauan global sejak awal.

 

Sistem Satelit Navigasi lainnya

Selain GPS, GLONASS, dan BeiDou, masih terdapat berbagai sistem satelit navigasi lain yang juga berperan peran penting dalam mendukung navigasi global. Misalnya:

  • Galileo yang dikembangkan oleh Uni Eropa,
  • IRNSS (Indian Regional Navigation Satellite System) dari India yang berfokus pada kawasan Asia Selatan,
  • QZSS (Quasi-Zenith Satellite System) dari Jepang yang bertujuan meningkatkan akurasi GPS di wilayah Asia Timur dan
    Oseania.

Kehadiran sistem-sistem ini memperluas jaringan navigasi global dan menyediakan lebih banyak pilihan untuk layanan posisi yang lebih presisi.

 

Kesimpulan

Nah itu dia sobat survey mengenai berbagai macam Sistem Satelit Navigasi yang dapat kamu gunakan ketika kamu melakukan pengukuran menggunakan baik GPS Handheld ataupun GPS Geodetik/GNSS yang bisa kamu dapatkan di Indosurta dengan lebih dari 12 Cabang di Indonesia.

cukup sampai disini ya sobat. Semoga penjelasan diatas bermanfaat dan manambah ilmu pengetahuan sobat. kalau kamu punya pertanyaan lebih lanjut mengenai Sistem Satelit Navigasi, bisa DM kita di Instagram @indosurtagroup ya! Jangan lupa cek artikel indosurta lainnya juga ya. Semoga membantu!

 

Article by: Dhuta Samudra

 

Sumber:

 

Artikel lainnya