Apa itu GPS Geodetik? Dalam pekerjaan survey dan pemetaan, ketelitian posisi menjadi salah satu faktor penting. Surveyor membutuhkan perangkat yang mampu menentukan koordinat suatu titik secara akurat agar hasil pengukuran sesuai kondisi di lapangan. Salah satu perangkat yang banyak digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah GPS geodetik.
Lalu, apa itu GPS geodetik? Secara sederhana, GPS geodetik merupakan receiver GNSS yang membantu surveyor memperoleh posisi dengan tingkat ketelitian tinggi. Perangkat ini mendukung berbagai metode pengukuran, termasuk RTK dan PPK. Karena itu, surveyor dapat mengandalkannya untuk pekerjaan yang membutuhkan koordinat presisi.
Penggunaan teknologi ini semakin luas. Surveyor memanfaatkannya untuk pemetaan topografi, pengukuran lahan, pekerjaan konstruksi, pemetaan infrastruktur, hingga monitoring deformasi. Karena itu, memahami cara kerja dan fungsi perangkat ini penting sebelum memilih alat yang sesuai untuk kebutuhan survey.
Apa Itu GPS Geodetik?
GPS geodetik merupakan perangkat penerima sinyal satelit GNSS untuk mengukur posisi secara presisi. Receiver ini menerima sinyal dari beberapa satelit navigasi untuk menghitung koordinat suatu titik di permukaan bumi.
Istilah GPS sebenarnya merujuk pada Global Positioning System milik Amerika Serikat. Namun, receiver geodetik modern umumnya mendukung lebih dari satu sistem satelit. Karena itu, istilah GNSS sering muncul ketika membahas teknologi pada perangkat tersebut.
Beberapa konstelasi satelit yang dapat didukung receiver GNSS modern antara lain:
- GPS dari Amerika Serikat
- GLONASS dari Rusia
- Galileo dari Uni Eropa
- BeiDou dari China
- QZSS dari Jepang
- NavIC dari India
Dukungan terhadap beberapa konstelasi memungkinkan receiver menerima lebih banyak sinyal satelit. Kondisi tersebut membantu surveyor memperoleh posisi yang lebih stabil, terutama ketika mereka bekerja pada area yang memiliki kondisi lingkungan menantang.
Jika membahas apa itu GPS geodetik, Anda perlu memahami fungsi utamanya. Perangkat ini tidak sekadar menunjukkan lokasi seperti GPS pada smartphone. Receiver geodetik membantu surveyor menghasilkan data koordinat untuk kebutuhan pengukuran profesional.
Bagaimana Cara Kerja GPS Geodetik?

Cara kerja GPS geodetik berawal ketika receiver menangkap sinyal satelit. Satelit GNSS mengirimkan informasi mengenai posisi dan waktu. Receiver kemudian menghitung jarak antara satelit dan perangkat berdasarkan informasi tersebut.
Receiver membutuhkan sinyal dari beberapa satelit untuk menentukan posisi tiga dimensi. Sistem kemudian menghitung koordinat berdasarkan perbedaan waktu penerimaan sinyal dari setiap satelit.
Surveyor dapat meningkatkan ketelitian pengukuran melalui beberapa metode. Dua metode yang banyak digunakan dalam pekerjaan survey adalah RTK dan PPK.
RTK atau Real-Time Kinematic memungkinkan receiver menerima koreksi secara langsung ketika surveyor melakukan pengukuran. Sistem ini umumnya menggunakan base dan rover. Base berada pada titik referensi, sedangkan rover membantu surveyor mengukur titik-titik di lapangan.
Sementara itu, PPK atau Post-Processed Kinematic memproses data setelah surveyor menyelesaikan pengukuran. Metode ini dapat menjadi pilihan ketika koneksi koreksi secara real-time tidak tersedia atau surveyor ingin melakukan pengolahan data secara lebih lanjut.
Base dan Rover pada GPS Geodetik

Sistem survey GNSS biasanya melibatkan dua receiver, yaitu base dan rover. Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam proses pengukuran.
Base merupakan receiver yang surveyor tempatkan pada titik referensi. Posisi base dapat berasal dari titik yang sudah diketahui atau titik yang surveyor tentukan melalui metode pengamatan tertentu. Base kemudian mengirimkan data koreksi kepada rover.
Rover merupakan receiver yang surveyor bawa ke berbagai titik pengukuran. Surveyor mengarahkan rover menuju objek atau titik yang ingin mereka ukur.
Ketika sistem RTK berjalan, rover menerima data koreksi dari base melalui radio, internet, atau metode komunikasi lain yang tersedia pada perangkat. Koreksi tersebut membantu rover menghitung koordinat secara lebih presisi secara real-time.
Fungsi GPS Geodetik untuk Survey
Setelah memahami apa itu GPS geodetik dan cara kerjanya, Anda perlu mengetahui berbagai fungsi perangkat ini di lapangan. Receiver GNSS dapat mendukung banyak jenis pekerjaan yang membutuhkan data posisi akurat.
Pemetaan Topografi
Surveyor dapat menggunakan receiver GNSS untuk mengumpulkan koordinat berbagai titik di area survey. Data tersebut dapat mencakup permukaan tanah, jalan, saluran, sungai, batas lahan, dan berbagai objek lainnya.
Surveyor kemudian mengolah data tersebut menggunakan perangkat lunak pemetaan. Hasilnya dapat berupa peta topografi, kontur, atau model permukaan.
Pengukuran dan Pemetaan Lahan
Pengukuran lahan membutuhkan koordinat yang akurat untuk menentukan posisi serta batas suatu area. Receiver GNSS membantu surveyor mengambil titik koordinat secara lebih cepat.
Surveyor kemudian dapat mengolah data hasil pengukuran untuk kebutuhan pemetaan, perencanaan proyek, maupun sistem GIS.
Survey Konstruksi
Proyek konstruksi membutuhkan posisi titik yang sesuai desain. Kesalahan koordinat dapat memengaruhi posisi struktur, jalan, fondasi, maupun elemen konstruksi lainnya.
Surveyor dapat memanfaatkan GNSS untuk melakukan staking out. Proses ini membantu surveyor menentukan posisi titik desain di lapangan berdasarkan koordinat yang sudah tersedia.
Pemetaan Infrastruktur
Pembangunan jalan, jaringan pipa, jaringan listrik, dan jaringan telekomunikasi membutuhkan data posisi yang akurat.
Surveyor dapat mengumpulkan koordinat berbagai objek infrastruktur menggunakan GNSS. Setelah itu, tim dapat memasukkan data tersebut ke sistem GIS untuk dokumentasi dan pengelolaan aset.
Survey Geodetik
Dalam pekerjaan geodesi, surveyor dapat memanfaatkan receiver GNSS untuk mengamati perubahan posisi suatu titik dalam periode tertentu.
Pengamatan tersebut membantu berbagai kegiatan seperti monitoring deformasi, pengamatan pergerakan tanah, pemantauan struktur, hingga penelitian geodinamika.
Staking Out
Staking out merupakan proses memindahkan posisi titik dari desain atau data koordinat ke lokasi sebenarnya di lapangan.
Surveyor memasukkan koordinat desain ke controller. Selanjutnya, rover membantu surveyor menemukan posisi titik tersebut agar mereka dapat menandai lokasi sesuai desain.
Perbedaan GPS Geodetik dan GPS Biasa
Banyak orang masih menganggap GPS pada smartphone sama dengan perangkat survey GNSS. Keduanya memang menggunakan sinyal satelit untuk menentukan posisi, tetapi kemampuan dan tujuan penggunaannya berbeda.
GPS pada smartphone lebih cocok untuk navigasi sehari-hari. Contohnya mencari lokasi, menentukan rute perjalanan, atau mengetahui posisi secara umum.
Sementara itu, perangkat geodetik dirancang untuk pekerjaan pengukuran presisi. Receiver jenis ini memiliki kemampuan pengolahan sinyal dan dukungan metode koreksi yang memungkinkan surveyor mendapatkan koordinat dengan tingkat ketelitian jauh lebih tinggi.
Beberapa perbedaan utamanya meliputi:
GPS smartphone:
• Digunakan untuk navigasi umum
• Mengutamakan kemudahan penggunaan
• Akurasi cukup untuk kebutuhan sehari-hari
• Tidak dirancang untuk pekerjaan survey presisi
GPS geodetik:
• Dirancang untuk survey dan pemetaan
• Mendukung pengukuran presisi tinggi
• Dapat menggunakan koreksi RTK atau PPK
• Mendukung berbagai konstelasi GNSS
• Dapat digunakan untuk pekerjaan koordinat profesional
Seberapa Akurat GPS Geodetik?
Tingkat akurasi bergantung pada perangkat, metode pengukuran, kondisi lapangan, kualitas sinyal, koreksi yang digunakan, serta prosedur survey.
Pada metode RTK, receiver GNSS modern dapat menghasilkan ketelitian posisi hingga tingkat sentimeter dalam kondisi pengukuran yang mendukung. Hasil tersebut berbeda dari pengukuran menggunakan GPS navigasi yang umumnya memiliki tingkat ketelitian lebih rendah.
Surveyor tetap perlu memperhatikan kondisi lapangan. Bangunan tinggi, pepohonan lebat, multipath, gangguan sinyal, jumlah satelit, serta kualitas koreksi dapat memengaruhi hasil pengukuran.
Karena itu, spesifikasi perangkat saja tidak menentukan hasil akhir. Surveyor juga perlu menggunakan metode pengamatan dan prosedur pengukuran yang sesuai.
Kelebihan GPS Geodetik untuk Pekerjaan Survey
Penggunaan receiver GNSS memberikan beberapa keuntungan bagi pekerjaan survey.
Pertama, surveyor dapat memperoleh koordinat secara cepat. Metode RTK memungkinkan hasil pengukuran muncul langsung pada controller sehingga surveyor dapat mengecek data saat berada di lapangan.
Kedua, perangkat dapat mengurangi kebutuhan pengukuran menggunakan metode konvensional pada pekerjaan tertentu. Surveyor dapat mengukur banyak titik tanpa harus memasang alat pada setiap titik seperti pada metode pengukuran tertentu menggunakan total station.
Ketiga, receiver GNSS modern mendukung banyak konstelasi satelit. Dukungan tersebut membantu meningkatkan ketersediaan sinyal ketika kondisi lapangan memungkinkan.
Keempat, data hasil pengukuran dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Surveyor dapat mengolahnya menjadi titik koordinat, peta, kontur, model permukaan, maupun data GIS.
Kapan Sebaiknya Menggunakan GPS Geodetik?
Pemilihan perangkat bergantung pada kebutuhan pekerjaan. GPS geodetik cocok ketika pekerjaan membutuhkan koordinat dengan ketelitian tinggi dan cakupan area yang luas.
Beberapa pekerjaan yang dapat menggunakan perangkat ini antara lain:
• Survey topografi
• Pengukuran lahan
• Pemetaan batas area
• Survey konstruksi
• Staking out
• Pemetaan jalan
• Pemetaan jaringan utilitas
• Pemetaan perkebunan
• Survey pertambangan
• Monitoring deformasi
• Pekerjaan geodesi
Namun, setiap pekerjaan memiliki kebutuhan berbeda. Surveyor perlu mempertimbangkan metode pengukuran, tingkat akurasi, kondisi lokasi, kebutuhan komunikasi, serta format data yang diperlukan.
Pilihan Geodetik RTK Hi-Target di Indosurta
Indosurta menyediakan beberapa pilihan perangkat Geodetic RTK Hi-Target untuk berbagai kebutuhan survey dan pemetaan. Setiap tipe memiliki karakteristik dan fitur yang dapat disesuaikan dengan kondisi proyek serta metode kerja surveyor.
Hi-Target V600L Laser

Hi-Target V600L menggabungkan teknologi GNSS, IMU, kamera, dan laser dalam satu perangkat. Kombinasi tersebut membantu surveyor mengukur objek yang sulit mereka jangkau secara langsung.
Teknologi laser memberikan alternatif ketika surveyor menghadapi objek yang terhalang atau sulit didekati. Contohnya area bawah jembatan, parit, tebing, dan objek yang berada di balik pagar.
Kombinasi berbagai teknologi tersebut membuat V600L cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan fleksibilitas pengukuran di lapangan.
Hi-Target V500

Hi-Target V500 menawarkan solusi untuk berbagai kebutuhan survey dan pemetaan. Surveyor dapat memakainya untuk pengambilan koordinat, survey topografi, pemetaan lahan, dan pekerjaan konstruksi.
Pemilihan V500 dapat mengikuti metode kerja dan kondisi proyek. Karena itu, perangkat ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi surveyor yang membutuhkan receiver GNSS untuk pekerjaan lapangan.
Hi-Target V700S SLAM

Hi-Target V700S menggabungkan teknologi GNSS dan SLAM. Kombinasi tersebut membantu pengguna melakukan pemetaan pada area terbuka maupun lokasi yang memiliki keterbatasan sinyal satelit.
Teknologi SLAM juga mendukung pemetaan 3D dan pengumpulan data point cloud. V700S dapat mendukung pemetaan 3D, inspeksi aset, dokumentasi konstruksi, serta pekerjaan indoor dan outdoor.
Hi-Target vRTK

Hi-Target vRTK memiliki desain ringkas serta membawa teknologi IMU dan visual positioning. Kamera pada perangkat membantu pengguna melakukan pengukuran pada kondisi lapangan tertentu.
Bentuknya yang ringkas juga memudahkan surveyor ketika berpindah dari satu titik pengukuran ke titik lainnya. Mobilitas tersebut dapat membantu pekerjaan yang membutuhkan banyak perpindahan lokasi.
Hi-Target iRTK5

Hi-Target iRTK5 menjadi salah satu pilihan untuk kebutuhan survey dan pemetaan. Perangkat ini mendukung pengambilan koordinat dengan tingkat ketelitian tinggi.
Pengguna dapat mempertimbangkan iRTK5 berdasarkan jenis pekerjaan, metode pengukuran, kondisi medan, serta fitur yang mereka butuhkan selama survey.
Hi-Target V200
Hi-Target V200 menawarkan solusi untuk pekerjaan pengukuran titik koordinat. Perangkat ini dapat mendukung berbagai kebutuhan survey dan pemetaan sesuai metode kerja yang digunakan.
Sebelum memilih V200, pertimbangkan kebutuhan proyek, tingkat ketelitian, kondisi medan, serta metode pengukuran yang akan digunakan.
Hi-Target V30 Plus
Hi-Target V30 Plus menjadi pilihan lain untuk kebutuhan pengukuran dan pemetaan. Perangkat ini mendukung pekerjaan yang membutuhkan data koordinat dengan tingkat ketelitian tinggi.
Pengguna dapat memilih V30 Plus berdasarkan karakteristik proyek, kebutuhan pengukuran, dan kondisi perangkat yang diperlukan di lapangan.
13 Workshop Indosurta di Indonesia
Indosurta memiliki 13 workshop yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut memudahkan pengguna mendapatkan layanan teknis di sejumlah kota.






