Butuh Penawaran Harga Alat Survey?

Poligon atau Traverse di Ilmu Ukur Tanah – Jenis dan Metode

04 Juli 2022 - Kategori Blog

Halo sobat survey, pernah mendengar istilah poligon atau traverse terbuka dan tertutup? Istilah ini wajib sobat survey ketahui karena ini menjadi salah satu ilmu ukur tanah yang dapat di aplikasi di berbagai media bangunan seperti rumah atau jalan tol. Maka dari itu yuk simak penjelasan nya tentang poligon atau traverse di ilmu ukur tanah!

(Ghilani dan Wolf, 2012) Traversing merupakan Teknik dalam mengukur rangkaian garis dimana tiap node (titik pertemuan) ditandai di lapangan (biasa menggunakan pasak) dan dihitung arah seta jaraknya.

Poligon atau traverse adalah serangkaian dari garis yang terhubung yang panjang dan arahnya akan diukur dan diproses dalam pengukuran. Pada umumnya, rantai digunakan untuk mengukur panjang dan kompas atau theodolite digunakan untuk mengukur garis yang dilalui. Berikut penjelasan tentang jenis dan metode nya!

Jenis Poligon atau Traverse

  1. Poligon Terbuka atau Traverse Terbuka
  2. Poligon Tertutup atau Traverse Tertutup

Poligon Terbuka atau Traverse Terbuka

Sebuah poligon atau traverse dianggap terbuka ketika traverse dimulai di satu titik dan berakhir di titik lain seperti yang ditunjukan pada gambar. Traverse terbuka juga bisa disebut traverse tidak tertutup (Unclosed Traverse). Poligon terbuka atau traverse terbuka sangat cocok untuk survei pemetaan jalan, garis pantai, rel kereta dan lain lain

Poligon Traverse 001

Poligon Tertutup atau Traverse Tertutup

Sebuah poligon dan traverse dianggap terbuka ketika traverse membentuk rangkaian tertutup seperti yang ditunjukan pada gambar. Dalam hal ini, titik awal dan titik akhir traverse bertepatan satu sama lain. Poligon tertutp atau traverse tertutup sangat cocok untuk survei batas kolam, lapangan olahraga, hutan, daln lain lain.

Poligon Traverse 002

 LIHAT JUGA : Cek Kolimasi di Total Station dan Theodolite

Metode Pengukuran Poligon atau Traverse

Pengukuran poligon atau travers dilakukan dengan empat metode yang berbeda dan metode ini diklasifikasikan menurut instrument survey yang digunakan. Berikut adalah metode pengukuran nya

  1. Traverse Rantai (Chain Traversing)
  2. Traverse Kompas (Compass Traversing)
  3. Traverse Theodolite (Theodolite Traversing)
  4. Traverse Meja Bidang (Plane Table Traversing)

Traverse Rantai (Chain Traversing)

Poligon Traverse 003

Traverse rantai dilakukan dengan melakukan pengukuran yang linear. Oleh karena itu dengan menggunakan rantai atau pita sudah cukup untuk melakukan pengukuran. Sudut antara garis melintang yang berdekatan diukur menggunakan konsep sudut rantai. Traverse rantai digunakan untuk pengukuran di area seperti kolam dan lain lain. Dimana sulit untuk menerapkan metode trangulasi.

Konsep sudut rantai adalah mencari sudut antara dua sisi yang berdekatan dengan membentuk sisi ketiga menggunakan tie station. Sudut antara sisi-sisi juga dapat diperbaiki dengan membuat tali busur yang panjangnya diketahui antara sisi-sisinya.

Traverse Kompas (Compass Traversing)

Poligon Traverse 004

Dalam kasus travers kompas, pengukuran linear dan sudut dari garis traverse diambil masing masing dengan menggunakan kompas rantai dan prismatik. Bearing depan dan bearing belakang diukur dan koreksi yang diperlukan untuk daya tarik lokal diterapkan. Jika kesalahan penutupan (closing) diperoleh saat merencanakan lintasan, maka aturan Bowditch diterapkan untuk penyesuaian kesalahan.

Traverse Theodolite

Poligon Traverse 005

Dalam traverse theodolite, pengukuran linear dilakukan dengan metode rantai atau stadia dan pengukuran sudut dilakukan dengan theodolite. Dengan menggunakan theodolite, bearing magnetik dari garis traverse pertama diukur dan dari itu bearing magnetik sisis lain dihitung, Metode ini sangat akurat dibandingkan dengan metode lainnya.

Traverse Meja Bidang

Poligon Traverse 006

Untuk traverse meja bidang, pengukuran dan plotting traverse diatas kertas dilakukan secara bersamaan. Peralatan meja bidang dipasang di setiap poin traverse satu per satu searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Sisi setiap poin traverse digambarkan di atas kertas dengan skala yang sesuai. Jika ada kesalahan penutupan (Closing), metode grafis digunakan untuk penyesuaiannya.

Jadi itulah jenis dan metode yang ada di poligon atau traverse di ilmu ukur tanah. Banyak sekali manfaatnya dan dapat di aplikasikan ke lapangan pastinya. Pilih jenis dan metode yang sesuai pastinya ya sobat survey! Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel Indosurta lainnya ya!

Sumber: The Constructor

HUBUNGI KAMI DI WHATSAPP
error: Maaf ga bisa di klik kanan!!!