Pengertian dan Dasar Dasar Navigasi

dasar-dasar-navigasi-2

Navigasi adalah pengetahuan untuk mengetahui keadaan medan yang akan dihadapi, posisi kita di alam bebas dan menentukan arah serta tujuan perjalanan di alam bebas. Pengetahuan tentang navigasi darat ini merupakan bekal yang sangat penting bagi kita untuk bergaul dengan alam bebas dari padang ilalang, gunung hingga rimba belantara. Untuk itu memerlukan alat-alat seperti: Peta topografi… Lanjutkan membaca Pengertian dan Dasar Dasar Navigasi

Cara dan Tahap dalam Pembuatan Peta dan Pemetaan

buat-peta-3

Pernahkah Anda membuat peta? Bagaimanakah caranya? Apakah ada teknik tertentu untuk memudahkan membuat peta? Berikut ini akan dijelaskan tahapan-tahapan dalam pembuatan sebuah peta.   Tahapan Pembuatan Peta 1, Cara Membuat Peta Dalam pembuatan peta ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan. Prinsip-prinsip pokok tersebut adalah sebagai berikut: Menentukan daerah yang akan dipetakan. Membuat peta dasar… Lanjutkan membaca Cara dan Tahap dalam Pembuatan Peta dan Pemetaan

Proyeksi Peta dan Pemetaan

proyeksi-peta-1

Proyeksi peta merupakan prinsip untuk pemindahan garis paralel dan meridian dari bidang lengkung ke bidang datar. Prinsip ini digunakan mengurangi distorsi pada proses pembuatan peta. Jenis-jenis proyeksi peta sebagai berikut:   1, Berdasarkan Bidang Proyeksi Proyeksi peta berdasarkan bidang proyeksi sebagai berikut: Proyeksi azimuth (zenithal) memiliki bidang datar melingkar sebagai bidang proyeksi. royeksi ini menyinggung… Lanjutkan membaca Proyeksi Peta dan Pemetaan

Theodolite – Definisi, Jenis, dan Rumus

Theodolite - Definisi, Jenis, dan Rumus

Theodolit adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Berbeda dengan waterpass yang hanya memiliki sudut mendatar saja. Di dalam theodolit sudut yang dapat di baca bisa sampai pada satuan sekon (detik).   Theodolite merupakan alat yang paling canggih di antara peralatan yang digunakan dalam… Lanjutkan membaca Theodolite – Definisi, Jenis, dan Rumus

Ilmu Ukur Tanah – Kesalahan Garis Bidik

kesalahan-garis-bidik-6

Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui besar kesalahan garis bidik pada alat sipat datar, diantaranya melakukan pengukuran diantaranya dua titik yang telah diketahui tingginya atau dengan cara melakukan pengukuran beda tinggi dengan dua posisi alat yang berbeda.   Diberikan gambaran seperti berikut: Contoh 1 Diketahui      : Tinggi titik A dan B Diukur       … Lanjutkan membaca Ilmu Ukur Tanah – Kesalahan Garis Bidik

Ilmu Ukur Tanah – Sipat Datar Profil Memanjang dan Melintang

datar-melintang-1

Pengukuran profil dilakukan untuk membuat irisan dari bentuk permukaan tanah yang menggambarkan variasi tinggi dan keadaan ekstrim muka tanah sepanjang irisannya. Variasi ketinggian dari ekstrim tanah ditentukan tingginya berdasarkan salah satu dasar tinggi yang telah ditentukan sebelumnya.   Selanjutnya dari hasil pengukuran dan perhitungan ketinggian titik-titik profil dapat digambarkan diatas kertas dengan suatu skala tertentu… Lanjutkan membaca Ilmu Ukur Tanah – Sipat Datar Profil Memanjang dan Melintang

Pemetaan Situasi Metode Teristris dan Fotogrametris | Ilmu Ukur Tanah

pemetaan-situasi-5

Pengertian Pemetaan Situasi Pengertian pemetaan situasi adalah membuat gambaran sebagaian permukaan bumi (suatu daerah ) yang memuat informasi unsur-unsur buatan alam maupun buatan manusia yang dinyatakan menurut symbol-simbol tertentu dan digambarkan dengan skala tertentu diatas bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu. Tujuan dari pemetaan dapat digunakan untuk berbagai keperluan perencanaan teknis atau keperluan-keperluan lainnya yang… Lanjutkan membaca Pemetaan Situasi Metode Teristris dan Fotogrametris | Ilmu Ukur Tanah

Metode Pengukuran Ikatan ke Belakang

ikatan-kebelakang-1

IKATAN KEBELAKANG Pengikatan kebelakang adalah menentukan koordinat suatu titik berdasarkan minimal 3 ( tiga ) buah titik yang telah diketahui koordinatnya. Posisi dilapangan tidak perlu terlihat satu sama lain tetapi antara titik ikat dengan titik yang akan di cari koordinatnya harus terlihat. Pemecahan ikatan kemuka ataupun kebelakang di pecahkan dalam perhitunganya dengan cara collin atau… Lanjutkan membaca Metode Pengukuran Ikatan ke Belakang

Metode Pengukuran Ikatan ke Muka

ikatan-kemuka-1

IKATAN KEMUKA Penentuan koordinat dengan cara mengikat ke muka minimal harus diketahui dua buah titik diketahui koordinatnya. Adapun yang menjadi persyaratan teknik dalam pelaksanaanya adalah bahwa ketiga titik tersebut harus terlihat satu sama lain. Titik ikat adalah sebutan untuk titik yang diketahui koordinatnya. Perhatikan contoh soal berikut: Diketahui : Koordinat titik : A(XA,YA) B(XB,YB) Di… Lanjutkan membaca Metode Pengukuran Ikatan ke Muka

Metode Pengukuran Posisi Horizontal

Indosurta Ilmu Alat Ukur 1 - Bahan 1 -1

Pada pembelajaran mata kuliah ilmu ukur tanah I mahasiswa diberikan infrastuktur khusus pada pengukuran posisi holizontal yang mana dengan metoda – metoda pengukuran posisi holizontal adalah sebagai berikut : 1. Ikatan ke muka Dasar teori ikatan ke muka penentuan koordinat dengan cara mengikat ke muka minimal harus diketahui dua buah titik diketahui koordinatnya. Adapun yang… Lanjutkan membaca Metode Pengukuran Posisi Horizontal