Cara Prosedur Pengamatan Matahari menggunakan Theodolite

Menentukan Pengamatan Matahari - Prosedur Pengamatan Matahari menggunakan Theodolite

 

Asimut sisi A1 ( aA1) sebagai asimut awal akan ditentukan dengan pengamatan matahari. Secara garis besar untuk pelaksanaan pengamatan matahari terdapat 2 (tahap) pekerjaan yaitu :

 

Tahap Persiapan Peralatan

  1. Teodolit
  2. Termometer dan Barometer
  3. Pengukur waktu (jam)
  4. Target (unting-unting + kaki tiga)
  5. Kertas tadah/Filter gelap/Prisma Roelofs.
  6. Formulir ukuran & hitungan
  7. Tabel deklinasi matahari
  8. Peta topografi

 

Tahap Pelaksanaan

A. Dengan Cara Menadah Bayangan

  1. Lakukan pengamatan salah indeks.
  2. Catat dahulu pada formulir ukuran :

– nama pengamat
– tgl,bulan,tahun pengamatan
– nama & nomor alat
– metoda pengamatan
– keterangan lensa (tegak/terbalik)

  1. Dirikan alat diatas titik A dan target di titik 1, atur alat sehingga siap pakai.
  2. Pada kedudukan teropong biasa arahkan ke target di titik 1, baca dan catat bacaan skala lingkaran horisontalnya (kalau perlu dengan skala vertikalnya).
  3. Arahkan teropong ke target yang jauh, perjelas bayangan objek dan bayangan benang silang diafragma.
  4. Putar teropong arahkan ke matahari dengan bantuan visir (lensa teropong harus dalan keadaan tertutup).
  5. Pasang kertas tadah di belakang okuler dan tegak lurus arah garis bidik.
  6. Dengan posisi pengamat menbelakangi matahari amati dan perjelas bayangan matahari dan bayangan benang silang.
  7. Tentukan kwadran yang akan diamati (misal kw I), sehingga kedudukan bayangan seperti pada Gambar 1.
Posisi Bayangan - Prosedur Pengamatan Matahari menggunakan Theodolite
Gambar 1
  1. Impitkan salah satu tepi matahari kiri/kanan pada benang silang vertikal diafragma, sehingga bayangan seperti Gambar 1.
  2. Bila posisi matahari sudah seperti pada tahap 10, pengamat memberi aba-aba sia…ap kepada pemegang jam. Tunggu sehingga bayangan matahari menyinggung benang horisontal mendatar diafragma, sehingga posisi  bayangan seperti pada Gambar 1, pada saat seperti itu pengamat mengatakan Ya..!
  3. Pada saat pengamat mengatakan ya!, pengamat waktu baca dan catat dengan urutan detik, menit, jam. Pada saat yang bersamaan baca dan catat skala lingkaran vertikal dan horisontal serta tekanan dan temperatur (Barometer dan termometer).
  4. Ulangi seperti pada tahap 9 untuk pengamatan pada KW III dengan batuan skrup gerakan halus vertikal dan horisontal, sehingga posisi bayangan seperti pada Gambar 1.
  5. Ulangi seperti tahap 10 dan 11 dimana posisi bayangan seperti pada Gambar 1.
  6. Ulangi seprti tahap 12.
  7. Putar teropong pada kedudukan luar biasa.
  8. Ulangi seperti tahap 13 s/d 14 untuk pengamatan di KW III dan tahap 11 s/d 12 untuk pengamatan di KW I.
  9. Putar teropong arahkan ke target di titik 1, baca dan catat bacaan skala lingkaran horisontalnay (kalau perlu dengan skala vertikalnya).

 

B. Dengan Cara Memakai Filter Gelap

Pada cara ini langkah yang dilakukan sama seperti pada menadah bayangan dimana pada cara ini lebih mudah karena matahari dapat dibidik langsung.

 

C. Dengan Cara Memakai Prisma Roelofs

  1. Lakukan pengamatan salah indeks.
  2. Catat dahulu pada formulir ukuran :

– nama pengamat
– tgl,bulan,tahun pengamatan
– nama & nomor alat
– metoda pengamatan
– keterangan lensa (tegak/terbalik)

  1. Dirikan alat diatas titik A dan target di titik 1, atur alat sehingga siap pakai.
  2. Pada kedudukan teropong biasa pasang prisma Roelofs dan atur alat sehingga siap pakai.
  3. Buka prisma ke samping (seperti gambar 40) arahkan ke target di titik 1, baca dan catat bacaan skala lingkaran horisontalnya (kalau perlu dengan skala vertikalnya).
  4. Tutup kembali prisma Roelofs dan arahkan ke matahari dengan bantuan visir.
  5. Amati dan perjelas bayangan dengan menggunakan sekrup penggerak halus vertikal dan horisontal.
  6. Bila titik potong dari bagian pertampalan matahari belum berimpit dengan benang silanag diafragma, longgarkan klem pengunci (pengamat memberi aba-aba sia..ap).
  7. Putar prisma sehingga benang silang diafragma berimpit dengan titik potong bagian pertampalan matahari, sehingga bayangan seperti berikut :

pengamatan-matahari-16

  1. Pada saat pengamat mengatakan ya!, pengamat waktu baca dan catat dengan urutan detik, menit, jam. Pada saat yang bersamaan baca dan catat skala lingkaran vertikal dan horisontal serta tekanan dan temperatur (Barometer dan termometer).
  2. Putar teropong pada kedudukan luar biasa, dan arahkan ke matahari dengan bantuan visir.
  3. Ulangi seperti tahap 7 s/d 10.
  4. Ulangi seperti tahap 5

Catatan:
Berdasarkan empiris waktu pengukuran Biasa dan
Luar Biasa tidak boleh melebihi 5 (lima) Menit.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!

sumber:
Teknik Geodesi, ITENAS-BANDUNG

Artikel lainnya