Butuh Penawaran Harga Alat Survey?

Konsep Dasar Peta dan Pemetaan

18 Januari 2021 - Kategori Blog

β €

Informasi spasial yang sesuai dengan kondisi nyata di permukaan Bumi dapat diperoleh melalui peta. Teknik pembuatan peta diperlukan agar peta dapat menghasilkan data dengan akurasi tinggi dengan tampilan yang baik dan menarik. Hasil pemetaan suatu wilayah dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan di berbagai bidang dan informasi untuk kepentingan kebencanaan lokal wilayah.

Pengertian dan Jenis Peta

Peta merupakan gambaran permukaan Bumi pada bidang datar dan mempunyai skala sebagai acuan jarak. Umumnya jenis peta dibedakan berdasarkan isi dan tujuan penyusunan yang terdiri dari:

  • Peta Rupa Bumi, menampilkan kenampakan permukaan Bumi secara umum seperti peta administrasi dan peta topografi wilayah.

pengertian-peta-1

  • Peta Tematik, menampilkan kenampakan di permukaan Bumi dengan informasi khusus berdasarkan tujuan pembuatan, seperti peta rawan bencana erupsi gunung api.

pengertian-peta-2

Garis Kontur

Garis kontur umumnya terdapat pada peta topografi atau peta rupabumi. Indeks kontur (interval kontur) adalah nilai pada garis kontur yang menunjukkan ketinggian yang sama. Interval kontur merupakan jarak antara dua garis kontur. Karakteristik garis kontur pada peta topografi terdiri dari:

  • Berupa kurva tertutup dan tidak bercabang
  • Tidak saling berpotongan dengan garis kontur lain.
  • Garis kontur renggang menunjukkan topografi permukaan landai.
  • Garis kontur rapat menunjukkan kondisi topografi terjal. Garis kontur dapat digunakan untuk mengetahui ketinggian (elevasi) suatu tempat pada titik tertentu. Rumus perhitungan ketinggian pada garis kontur adalah sebagai berikut:

Ketinggian pada titik B = (𝑑1/𝑑2)π‘₯ 𝐢𝑖 + tc.

Keterangan:

d1 = jarak B-C pada peta

d2 = jarak A-C pada peta

Ci = kontur interval

Tc = angka kontur di titik C

Kemiringan lereng yang akan dinyatakan dalam satuan persentase (%) juga dapat dihitung menggunakan garis kontur. Rumus yang digunakan sebagai berikut:

Kemiringan lereng: (π΅π‘’π‘‘π‘Ž π‘˜π‘’π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘–π‘Žπ‘›/π½π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘˜ π‘ π‘’π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿπ‘›π‘¦π‘Ž) π‘₯ 100 %.

 

Skala Peta

Skala peta merupakan perbandingan jarak pada peta dengan perbandingan jarak sesungguhnya di lapangan. Perhitungan skala peta dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membandingkan jarak suatu objek pada peta dengan jarak sebenarnya objek di permukaan Bumi.

Contoh:

Panjang suatu rel kereta api 600 meter, sedangkan pada peta tergambar dengan jarak 20 cm. Dengan demikian, skala peta dapat diketahui dengan cara perhitungan sebagai berikut:

Skala = jarak pada peta : jarak sebenarnya

= 20 cm : 600m

= 20 cm : 60.000 cm

= 1 : 3.000 (Skala peta sebesar 1:3.000)

 

  • Menggunakan garis kontur pada peta topografi. Nilai kontur interval pada peta topografi dapat digunakan menghitung skala dengan rumus sebagai berikut:

Ci = (1/2000) π‘₯ 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑒𝑏𝑒𝑑 π‘ π‘˜π‘Žπ‘™π‘Ž

Contoh:

Kontur interval pada suatu peta topografi sepanjang 25 meter. Penentuan skala peta topografi dapat dihitung sebagai berikut:

  • (1/2000) π‘₯ 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑒𝑏𝑒𝑑 π‘ π‘˜π‘Žπ‘™π‘Ž

Penyebut skala = 25/(1/2000)

Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  = 50.000 (Jadi skala peta 1:50.000)

 

  • Membandingkan peta tidak berskala dengan cakupan wilayah sama pada peta yang memiliki skala. Rumus yang dapat digunakan sebagai berikut:

P2 = (𝑑1/𝑑2) π‘₯ 𝑃1

Keterangan:

P1 = penyebut skala peta yang diketahui skalanya (cm)

P2 = penyebut skala yang dicari (cm)

d1 = jarak peta yang diketahui skalanya (cm)

d2 = jarak peta yang belum diketahui skalanya (cm)

 

  • Menggunakan jarak suatu titik terhadap objek berdasarkan selisih garis lintang. Panjang 1˚ lintang memiliki jarak pada lapangan 111 km.

Contoh:

Jarak dua titik pada peta yaitu 8 cm dan memiliki selisih garis lintang sebesar 4˚. Skala peta tersebut dapat diketahui melalui perhitungan sebagai berikut:

4˚ x 111 km = 444 km = 44.400.000

Skala = (π½π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘˜ π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘π‘’π‘‘π‘Ž/π½π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘˜ π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿπ‘›π‘¦π‘Ž)

Β Β Β Β Β Β Β Β  = 8 π‘π‘š/44.400.000

Β Β Β Β Β Β Β Β  = 1 π‘π‘š/5.550.000

Jadi, skala peta sebesar 1:5.550.000

 

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!

Sumber:
Bahan Ajar
Universitas Negeri Malang – Malang

Artikel Geodesi, Geodesi, Konsep Dasar Pemetaan, Konsep Dasar Peta, Konsep Pemetaan, Konsep Peta, Materi Geodesi

error: Maaf ga bisa di klik kanan!!!