Butuh Penawaran Harga Alat Survey?

Jenis Citra Satelit yang digunakan untuk bidang Pertanian!

10 Agustus 2023 - Kategori Blog

Halo sobat survey, kembali lagi dengan artikel Indosurta. Citra satelit telah merevolusi pertanian dengan menyediakan data real-time dan beresolusi tinggi. Hal tersebut dapat berupa tentang kesehatan tanaman, kelembapan tanah, dan kondisi lingkungan.

Informasi yang tak ternilai ini memungkinkan petani, ahli agronomi, dan pembuat kebijakan untuk membuat keputusan. Keputusan tersebut berdasarkan data, mengoptimalkan praktik pertanian, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Pada artikel ini, kita akan mengeksplorasi berbagai jenis citra satelit yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian. So, simak artikel nya sampai akhir ya!

LIHAT JUGA : Aturan Yang Harus Diperhatikan Dalam Pembuatan Benchmark (BM)

1. Citra Optik

Citra satelit optik ditangkap oleh sensor yang mendeteksi cahaya tampak dan inframerah dekat. Dengan begitu dapat memungkinkan untuk menganalisis pantulan sinar matahari dari permukaan bumi.

Foto citra ini banyak digunakan dalam pertanian karena keterjangkauan dan aksesibilitasnya. Biasanya foto citra ini digunakan untuk pemantauan Pertanian. Contoh seperti pemantauan tanaman, klasifikasi penggunaan lahan, dan mengidentifikasi indikator kesehatan vegetasi seperti Normalized Difference Vegetation Index (NDVI).

Citra Optik untuk pemantauan tanaman dan kesehatan lahan - Jenis Citra Satelit yang digunakan untuk bidang Pertanian! - Artikel Surveyor Pemetaan Indosurta Group

               Sumber : Ketut Wikantika, 2016

NDVI ini digunakan untuk menghitung kerapatan vegetasi yang sehat, membantu petani menilai kondisi tanaman dan mengidentifikasi penyakit atau masalah pada tanaman.

 

2. Citra Synthetic Aperture Radar (SAR)

Citra satelit SAR beroperasi secara independen dari kondisi cuaca dan siang hari, sehingga dapat digunakan untuk memantau lanskap pertanian. Sensor citra SAR memancarkan pulsa gelombang mikro dan merekam sinyal yang kembali dan membaw informasi tentang kelembapan tanah, kekasaran permukaan, dan deformasi tanah.

Petani dapat menggunakan citra SAR ini untuk melacak tingkat kelembapan tanah. Terutama selama tahap pertumbuhan kritis. Seperti menilai kerusakan akibat banjir atau memantau area yang rawan kekeringan.

 

3. Citra Inframerah Termal

Sensor satelit inframerah termal ini dapat mendeteksi radiasi yang dipancarkan oleh objek berdasarkan suhunya. Di bidang pertanian, citra ini sangat penting untuk menilai tekanan tanaman. Dapat memantau efisiensi irigasi, dan mengidentifikasi area yang terkena dampak kekurangan air.

Dengan citra termal ini dapat membantu petani mengoptimalkan penjadwalan irigasi dan mengelola sumber daya air secara lebih efektif. Hingga pada akhirnya mengurangi pemborosan air dan meningkatkan hasil panen.

 

4. Citra Multispektral

Citra multispektral menggabungkan data dari berbagai pita spektral, termasuk inframerah tampak, inframerah dekat, dan gelombang pendek. Foto citra ini memberikan wawasan yang lebih baik tentang kesehatan tanaman, vitalitas vegetasi, dan serangan hama.

Dengan menganalisis data multispektral, petani dapat mengidentifikasi defisiensi unsur hara. Dapat pula memprediksi penyakit tanaman, dan mengoptimalkan penggunaan pupuk. Hal tersebut dapat menghasilkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Citra Multispektral untuk kesehatan tanaman, vitalitas vegetasi, dan serangan hama - Jenis Citra Satelit yang digunakan untuk bidang Pertanian! - Artikel Surveyor Pemetaan Indosurta Group

     Sumber : https://halorobotics.com/

5. Citra Hiperspektral

Sensor hyperspectral menangkap data di ratusan pita spektral yang sempit dan bersebelahan, dan mampu memberikan profil spektral terperinci untuk setiap piksel. Dengan teknologi canggih ini dapat memungkinkan untuk digunakan dalam mengidentifikasi penyakit tanaman tertentu, wabah hama, dan kekurangan unsur hara secara tepat.

Citra hyperspectral membantu petani untuk menargetkan masalah dengan tingkat presisi tinggi, dan dapat meminimalkan kebutuhan perawatan skala luas serta mengurangi penggunaan bahan kimia.

 

6. Deteksi dan Jangkauan Cahaya (LiDAR)

LiDAR tidak sepenuhnya citra satelit, tetapi teknologi penginderaan jauh yang menggunakan pulsa laser untuk mengukur jarak antara sensor dan permukaan bumi. Data LiDAR ini dapat memberikan informasi 3D terperinci tentang medan dan struktur vegetasi, pemetaan topografi yang akurat, estimasi ketinggian vegetasi, dan identifikasi potensi masalah drainase di lahan pertanian.

 

Kesimpulan

Nah itu dia beberapa citra satelit yang memiliki peran penting dalam bidang pertanian. Saat ini citra satelit telah menjadi alat yang sangat diperlukan untuk pertanian modern. Dengan menggunakan bantuan citra satelit, petani dapat memantau kesehatan tanaman, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

LIHAT JUGA : Aturan Yang Harus Diperhatikan Dalam Pembuatan Benchmark (BM)

Seiring dengan kemajuan teknologi satelit saat ini, potensi untuk mengubah pertanian dan memastikan ketahanan pangan menjadi semakin menjanjikan. Sampai disini dulu ya sobat survey pembahasan kali ini, jangan lupa baca artikel indosurta lainnya ya. Semoga bermanfaat!

 

Sumber :

https://kmc-pengairan.bappenas.go.id/kegiatan/4

https://citraspasial.com/manfaat-citra-satelit-di-bidang-pertanian-dan-perkebunan/

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/geoplanning/article/view/6693

Citra Hiperspektral, Citra Inframerah Termal, Citra Multispektral, Citra Optik, Citra Synthetic Aperture Radar, Deteksi dan Jangkauan Cahaya, Lidar

HUBUNGI KAMI DI WHATSAPP
error: Maaf ga bisa di klik kanan!!!