LIHAT JUGA : Tugas dan Kompetensi Surveyor Tanah Topografi
Metode penentuan posisi dipermukaan bumi dapat dilakukan dengan menggunakan metode terestris maupun ekstraterestris. Penentuan posisi dipermukaan bumi dengan metode ekstraterestris adalah penentuan posisi titik di permukaan bumi dengan melakukan pengamatan atau pengukuran terhadap benda atau obyek di angkasa yang berupa bintang,
bulan maupun obyek buatan manusia. Satelit– satelit GNSS memancarkan sinyal –sinyalnya kepermukaan bumi untuk “memberitahu” kepada pengamat tentang posisi satelit tersebut, jarak satelit dari pengamat beserta informasi waktunya. Pada dasarnya sinyal – sinyal ini membawa informasi yang diperlukan oleh pengamat untuk menentukan posisinya di muka bumi. Perjalanan sinyal satelit dalam mencapai antena receiver di permukaan bumi akan dipengaruhi oleh beberapa kesalahan dan bias. Kesalahan dan bias ini akan mempengaruhi ketelitian penentuan posisi yang akan dihasilkan.
Global Navigation Satellite System (GNSS) merupakan istilah singkatan dari suatu sistem satelit navigasi yang menyediakan posisi geospasial dalam lingkup global. GNSS beroperasi secara penuh sejak Desember 2009. Diawali dengan sistem Global Positioning System (GPS) yang merupakan suatu konstelasi yang terdiri tidak kurang dari 24 satelit yang meyediakan informasi koordinat posisi yang akurat secara global. GPS mempergunakan satelit dan komputer untuk melakukan penghitungan posisi dimanapun di muka bumi ini. Sistem ini dimiliki, dioperasikan dan dikontrol oleh United States Departement of Defenses (DoD). GNSS dapat dipergunakan secaral global dimanapun dan oleh siapapun dimuka bumi ini secara gratis.
GNSS sekarang ini terdiri dari 6 Satelit :
Pada metode pengukuran ini titik yang akan ditentukan posisinya tidak bergerak, pengamatan yang dilakukan bisa secara absolute maupun diferensial, data pengamatan bisa menggunakan pseudorange dan/atau phase yang selanjutnya dilakukan pengolahan data setelah pengamatan (post process), keandalan dan ketelitian yang diperoleh cukup tinggi yaitu di orde milimeter sampai centimeter, dan biasanya digunakan untuk penentuan titik-titik kontrol survey pemetaan maupun survey geodetik.
Prinsip penentuan posisi secara relative yang memanfaatkan data fase (RTK) atau pseudo-range (DGPS secara real time atau paska pengukuran). Metode RTK dapat dijelaskan sebagai berikut:
Sumber:
Div. Support Indosurta – 0812 1022 3929 (Fajrin)